Thermal Death Time (TDT) merupakan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sejumlah
mikroba pada suhu tertentu. Melalui metode ini, temperatur dijaga tetap konstan
dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sel mikroba dapat ditentukan. Pada
kurva Thermal Death Time dikenal D value. Nilai D pada kurva TDT merupakan
waktu pemanasan yang dibutuhkan untuk menurunkan 1 log mikroba, atau waktu yang
dibutuhkan untuk membubuh 90% mikroba. Kurva TDT berbentuk linear, dimana sumbu
x merupakan waktu pemanasan dan sumbu y merupakan jumlah mikroba yang survive
(dalam log).
- Aplikasi TDT pada
iradiasi.
da
iradiasi, nilai D merupakan dosis yang digunakan untuk menurunkan 1 log mikroba
atau dosis yang dibutuhkan untuk membunuh 90% mikroba. Kurva TDT pada iradiasi
tidak linear seperti pada proses heating, melainkan terdapat “bahu” pada
kurvanya. Disamping itu, sumbu x pada kurva iradiasi merupakan dosis yang
digunakan. Berikut merupakan contoh kurva TDT pada proses iradiasi.
Pada kurva TDT untuk iradiasi terdapat “bahu”
yang menandakan bahwa pada dosis iradiasi yang rendah mikroba masih mampu
bertahan meskipun telah mengalami injured.
Kemampuan mikroba bertahan tersebut disebabkan mikroba memiliki kemampuan untuk
memperbaiki diri. Semakin panjang “bahu” yang terbentuk pada kurva tersebut
menandakan mikroba tersebut semakin resisten pada dosis iradiasi tertentu.
Nilai D dihitung pada bagian kurva yang linear.
-
Aplikasi TDT pada
HHP
Pada HHP, nilai D merupakan waktu proses yang dilakukan
untuk menurunkan 1 log mikroba atau waktu proses yang dibutuhkan untuk membunuh
90% mikroba. Kurva TDT pada HHP tidak linear ataupun membentuk “bahu” seperti
pada proses heating dan iradiasi, melainkan terdapat “ekor” pada kurvanya.
Disamping itu, sumbu x pada kurva HHP merupakan waktu proses. Pada kurva TDT
untuk HHP terdapat “ekor” yang menandakan bahwa pada proses HHP, semakin tinggi
waktu proses yang dilakukan maka jumlah mikroba yang terdapat pada bahan akan
tetap. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada waktu tersebut mikroba mampu
bertahan terhadap tekanan yang diberikan.
Safety concern pada produk hasil
iradiasi adalah perubahan kimia serta mikrobiologi pada bahan. Irradiasi dapat
membawa efek langsung dan tidak langsung terhadap mikroba pada bahan. Dimana
efek langsungnya adalah dengan membunuh mikroba melalui perusakan komponen
biomolekul pada sel, sedangkan efek tidak langsungnya adalah molekul air pada
mikroba atau makanan mengalami radiolysis. Akan tetapi, perlu diperhatikan dari
segi perubahan kimia pada produk. Efek langsung dari Irradiasi pada bahan
makanan yang mengandung komponen minyak atau lemak dapat menyebabkan pemutusan
ikatan sehingga terjadi ketengikan pada bahan. Sedangkan, efek tidak langsung
dari Irradiasi pada bahan makanan yang
mengandung air dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar