Wanita yang berpikir akan mampu mengubah padang pasir menjadi kebun yang indah.

Senin, 12 November 2012

Kurva Thermal Death Time dan Nilai D


    Thermal Death Time (TDT) merupakan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sejumlah mikroba pada suhu tertentu. Melalui metode ini, temperatur dijaga tetap konstan dan waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sel mikroba dapat ditentukan. Pada kurva Thermal Death Time dikenal D value. Nilai D pada kurva TDT merupakan waktu pemanasan yang dibutuhkan untuk menurunkan 1 log mikroba, atau waktu yang dibutuhkan untuk membubuh 90% mikroba. Kurva TDT berbentuk linear, dimana sumbu x merupakan waktu pemanasan dan sumbu y merupakan jumlah mikroba yang survive (dalam log).
-       Aplikasi TDT pada iradiasi.
da iradiasi, nilai D merupakan dosis yang digunakan untuk menurunkan 1 log mikroba atau dosis yang dibutuhkan untuk membunuh 90% mikroba. Kurva TDT pada iradiasi tidak linear seperti pada proses heating, melainkan terdapat “bahu” pada kurvanya. Disamping itu, sumbu x pada kurva iradiasi merupakan dosis yang digunakan. Berikut merupakan contoh kurva TDT pada proses iradiasi.


 


 

Pada kurva TDT untuk iradiasi terdapat “bahu” yang menandakan bahwa pada dosis iradiasi yang rendah mikroba masih mampu bertahan meskipun telah mengalami injured. Kemampuan mikroba bertahan tersebut disebabkan mikroba memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Semakin panjang “bahu” yang terbentuk pada kurva tersebut menandakan mikroba tersebut semakin resisten pada dosis iradiasi tertentu. Nilai D dihitung pada bagian kurva yang linear.
-          Aplikasi TDT pada HHP
Pada HHP, nilai D merupakan waktu proses yang dilakukan untuk menurunkan 1 log mikroba atau waktu proses yang dibutuhkan untuk membunuh 90% mikroba. Kurva TDT pada HHP tidak linear ataupun membentuk “bahu” seperti pada proses heating dan iradiasi, melainkan terdapat “ekor” pada kurvanya. Disamping itu, sumbu x pada kurva HHP merupakan waktu proses. Pada kurva TDT untuk HHP terdapat “ekor” yang menandakan bahwa pada proses HHP, semakin tinggi waktu proses yang dilakukan maka jumlah mikroba yang terdapat pada bahan akan tetap. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada waktu tersebut mikroba mampu bertahan terhadap tekanan yang diberikan. 
    Safety concern pada produk hasil iradiasi adalah perubahan kimia serta mikrobiologi pada bahan. Irradiasi dapat membawa efek langsung dan tidak langsung terhadap mikroba pada bahan. Dimana efek langsungnya adalah dengan membunuh mikroba melalui perusakan komponen biomolekul pada sel, sedangkan efek tidak langsungnya adalah molekul air pada mikroba atau makanan mengalami radiolysis. Akan tetapi, perlu diperhatikan dari segi perubahan kimia pada produk. Efek langsung dari Irradiasi pada bahan makanan yang mengandung komponen minyak atau lemak dapat menyebabkan pemutusan ikatan sehingga terjadi ketengikan pada bahan. Sedangkan, efek tidak langsung dari Irradiasi pada bahan makanan yang  mengandung air dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar